Apotek Roxy


APOTEK ROXY merupakan perusahaan Ritel Farmasi pertama dengan Reputasi Nasional melalui:

Pengembangan brand dan image yang bertujuan untuk memberikan jaminan kepada pasien atau masyarakat terhadap kualitas, Ketelitian pembacaan resep maupun peracikan obat, Kecepatan dalam pelayanan serta penambahan manfaat baru terhadap arti kesembuhan dan kesehatan bagi pasien. Pengembangan konsep dan strategi marketing yang diketengahkan adalah dengan memberikan penawaran harga produk yang kompetitif, Keramahan seluruh karyawan apotek dalam melayani pasien, Kejujuran serta kesahajaan dari pelayanan pelanggan sebagai suatu nilai tambah penting terhadap produk obat-obatan yang ditawarkan oleh apotek. Pembenahan secara terus-menerus dipastikan dilakukan pada seluruh cabang Apotek Roxy .

 


Customer Care

Kami menyadari Anda mempunyai kesibukan dan waktu luang yang berbeda-beda dengan orang lain. Untuk dapat melayani Anda kapanpun, kami siap melayani selama 24 Jam

Delivery Order

Ingin membeli obat secepatnya tapi malas keluar atau sedang ada kesibukan ? Hubungi saja kami, akan segera kami antar obat Anda secepatnya

Medical Consultant

Konsultasikan tentang masalah kesehatan Anda dengan Dokter terbaik dan terpercaya di Apotek Roxy. Gratissss!!!!

News

Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus corona baru dengan nama SARS-CoV-2, telah dinyatakan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret 2020. Seiring dengan peningkatan kasusnya di berbagai belahan dunia, para ahli terus melakukan penelitian untuk mencari tahu obat serta vaksinasi yang dapat menyembuhkan Covid-19, salah satunya chloroquine. Benarkah obat ini mampu mengatasi pandemi ini?

Mengenal chloroquine, obat antimalaria sebagai potensi pengobatan COVID-19

Chloroquine phosphate, atau klorokuin fosfat, adalah obat yang umum digunakan sebagai pengobatan malaria, penyakit akibat parasit Plasmodium yang terbawa oleh gigitan nyamuk Anopheles. Obat antimalaria ini menjadi salah satu dari sekian banyak obat yang tengah ditelusuri efektivitasnya untuk pengobatan COVID-19.

Dilansir dari MedlinePlus, selain diresepkan untuk mengobati dan mencegah malaria, chloroquine juga dapat digunakan untuk mengatasi amebiasis. Amebiasis adalah infeksi parasit yang menyebabkan gangguan pencernaan.

Chloroquine sendiri memang sudah lama diketahui memiliki potensi antivirus. Bahkan, obat ini sedang dalam beberapa penelitian untuk mengobati HIV.

Berdasarkan informasi dari U.S. National Library of Medicine, obat ini mengandung senyawa yang membantu mengaktifkan, meningkatkan, atau mengembalikan fungsi sistem imun tubuh pada penderita HIV sembari mengganggu kembang-biak virus HIV dalam tubuh manusia.

Potensi antivirus dari chloroquine didasari pada kemampuannya mengubah keseimbangan asam-basa dalam sel tubuh manusia, sehingga menciptakan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi perkembangan virus.

Kemampuan itulah yang kemudian mendorong para ahli untuk mempertimbangkan efek chloroquine sebagai obat COVID-19.

Penelitian terhadap obat chloroquine masih terus dilakukan

Di tengah maraknya peningkatan kasus kejadian COVID-19, chloroquine termasuk dalam beberapa obat yang diteliti sebagai alternatif pengobatan penyakit ini.

Hingga saat ini, setidaknya telah terdapat lebih dari 10 uji klinis yang meneliti efektivitas chloroquine sebagai obat untuk melawan virus corona baru (SARS-CoV-2).

Sebagian besar penelitian obat ini sebagai antiviral dilakukan pada hewan, serta pada sel di luar tubuh manusia (in vitro).

Salah satunya adalah riset terbaru yang dilakukan oleh sekelompok peneliti di Tiongkok sebagaimana dilansir dalam jurnal Cell Research. Riset tersebut meneliti pemberian chloroquine yang dikombinasikan dengan obat antivirus remdesivir.

Hasilnya, kombinasi dari obat chloroquine dan remdesivir terbukti efektif mengendalikan infeksi virus corona penyebab COVID-19. Kedua obat tersebut, terutama chloroquine, menunjukkan efek antivirus serta berpotensi memperbaiki sistem imun tubuh penderita yang terinfeksi.

Kendati demikian, belum ada keputusan yang menyepakati dosis efektif klorokuin dalam pengobatan dan pencegahan COVID-19. Beberapa penelitian menganjurkan pemberian klorokuin sebanyak 600 mcg, dan ada pula yang merekomendasikan 150 mg untuk pencegahan. Namun, pada dasarnya, hal ini belum bisa ditetapkan secara pasti.

Harapan untuk selanjutnya adalah, chloroquine dapat dijadikan sebagai opsi yang murah dan mudah didapat untuk menekan kasus kejadian COVID-19. Beberapa negara pun telah memasukkan klorokuin dalam protokol penanganan penyakit ini, mulai dari Tiongkok, Inggris, Korea Selatan, hingga Qatar.

Obat ini digunakan sebagai penyembuhan COVID-19 di negara-negara tersebut, yang dibuktikan dengan berkurangnya masa rawat penderita di rumah sakit. Namun, berdasarkan pedoman resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, obat klorokuin belum terdaftar sebagai pengobatan spesifik anti-COVID-19.

Sementara itu, efek samping konsumsi klorokuin untuk COVID-19 belum diketahui secara pasti. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai keamanan obat ini untuk pasien penderita COVID-19.

Akan tetapi, obat yang telah ditemukan sejak puluhan tahun lalu ini telah teruji secara klinis aman dikonsumsi untuk pasien penderita malaria. WHO juga sudah menetapkan chloroquine sebagai obat paling aman dan efektif dalam daftar obat esensial.

Selain untuk menyembuhkan, bisakah chloroquine digunakan sebagai obat pencegah COVID-19?

Tidak hanya digadang-gadang sebagai obat penyembuh, chloroquine juga diteliti sebagai obat untuk pencegahan infeksi coronavirus, serta penurun risiko kambuhnya penyakit COVID-19 pada pasien yang sudah sembuh.

Sebuah riset yang sedang dilakukan oleh University of Oxford tengah menguji penggunaan obat chloroquine untuk mencegah COVID-19 di fasilitas kesehatan.

Penelitian ini melibatkan 10.000 pekerja medis serta orang-orang yang berisiko terinfeksi coronavirus. Nantinya, para partisipan akan diberikan chloroquine atau plasebo (obat kosong) secara acak selama 3 bulan, atau hingga ada yang terinfeksi COVID-19.

Sementara itu, untuk efektivitas chloroquine dan remdesivir sebagai pencegahan COVID-19 masih belum dapat dipastikan

TIPS -TIPS UNTUK MENJAGA DARI VIRUS CORONA COVID - 19

1.Rajin Cuci Tangan
Agar tubuh tahan terhadap penyakit, rajinlah cuci tangan menggunakan sabun setiap kali selesai beraktivitas. Bersihkan secara merata mulai dari telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari hingga sela-sela kuku. Kemudian keringkan dengan handuk setelah dibilas.


2.Lengkapi Asupan Nutrisi
Tubuh yang sehat tak terlepas dari asupan makanan yang sehat pula. Makanlah makanan yang banyak mengandung antioksidan seperti buah-buahan. Lengkapi juga dengan nutrisi lain seperti karbohidrat, protein, lemak, serat vitamin dan mineral.


3.Minum Air Putih yang Cukup
Air putih juga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Lantaran itu, pastikan tubuh tetap terhidrasi agar sistem imun tetap terjaga. Minum air putih minimal 6-8 gelas sehari. Dilansir dari Asia One, air putih hangat membantu melancarkan sirkulasi darah sehingga daya tubuh meningkat.


4.Pakai Masker saat Bepergian
Virus corona yang baru saja menjangkiti di sebagian wilayah negara Indonesia ini juga perlu diwaspadai. Pakailah masker saat bepergian atau saat berada di luar ruangan. Hal ini penting untuk menghalau polutan yang banyak terdapat di udara.


5.Minum Multivitamin
Selain melengkapi asupan nutrisi dengan makanan dan buah-buahan, kamu juga perlu menambahnya dengan multivitamin. Pilih multivitamin yang bisa menjaga daya tahan tubuh agar tidak gampang sakit.
 

TERSEDIA RUANG PRAKTEK DOKTER

UNTUK  INFORMASI  LEBIH  JELAS

HUBUNGI : 021- 6323696 (EXT: 201/204 )  082153800043

Dokter